W A D D A ' W A H
LIL USTADZ AL HABIB SHOLEH BIN AHMAD AL AYDRUS
AKHLAK SEORANG MUSLIM TERHADAP ALLAH SWT.
Setiap muslim meyakini, bahwa Allah adalah sumber segala sumber dalam kehidupannya. Allah adalah Pencipta dirinya, pencipta jagad raya dengan segala isinya , Allah adalah pengatur alam semesta yang demikian luasnya. Allah adalah pemberi hidayah dan pedoman hidup dalam kehidupan manusia, dan lain sebagainya. Sehingga manakala hal ini mengakar dalam diri setiap muslim, maka akan terimplementasikan dalam realita bahwa Allah-lah yang pertama kali harus dijadikan prioritas dalam berakhlak... baca selengkapnya =>
Kamis, 10 Maret 2011

Tiba-tiba ada ucapan salam. “Boleh saya masuk?” lelaki itu bertanya. Namun Fatimah tidak mengizinkannya masuk ruangan. “Maaf, ayah saya sedang sakit, “kata Fatimah. Ia berbalik kembali dan menutup pintu.
Nabi Muhammad saw. membuka matanya dan bertanya, “Siapa dia, putriku?”
“Aku tidak tahu ayah. Ini pertama kali aku melihatnya,” kata Fatimah lembut.
“Ketahuilah putriku, dia adalah orang yang menghapuskan kenikmatan sementara! Dialah yang menceraikan persahabatan .... baca selengkapnya =>
LIL USTADZ AL HABIB SHOLEH BIN AHMAD AL AYDRUS
AKHLAK SEORANG MUSLIM TERHADAP ALLAH SWT.
Setiap muslim meyakini, bahwa Allah adalah sumber segala sumber dalam kehidupannya. Allah adalah Pencipta dirinya, pencipta jagad raya dengan segala isinya , Allah adalah pengatur alam semesta yang demikian luasnya. Allah adalah pemberi hidayah dan pedoman hidup dalam kehidupan manusia, dan lain sebagainya. Sehingga manakala hal ini mengakar dalam diri setiap muslim, maka akan terimplementasikan dalam realita bahwa Allah-lah yang pertama kali harus dijadikan prioritas dalam berakhlak.
Jika kita perhatikan, akhlak terhadap Allah ini merupakan pondasi atau dasar dalam berakhlak terhadap siapapun yang ada di muka bumi ini. Jika seseorang tidak memiliki akhlak positif terhadap Allah, maka ia tidak akan mungkin memiliki akhlak positif terhadap siapapun. Demikian pula sebaliknya, jika ia memiliki...... baca selengkapnya =>
Paling tidak, seorang muslim adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Siapapun dia, seorang muslim tentu akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah diperbuat terhadap dirinya sendiri. Oleh karena itulah, Islam memandang bahwa setiap muslim harus menunaikan etika dan akhlak yang baik terhadap dirinya sendiri, sebelum ia berakhlak yang baik terhadap..... baca selengkapnya =>
agan agan pasti mau masuk surga kan? nah untuk itu agan harus memenuhi ciri ciri ini gan .
1. Memberi Makan.
Makan dan minum merupakan kebutuhan manusia yang harus dipenuhi oleh masing-masing orang, namun karena berbagai persoalan dalam kehidupan manusia, maka banyak orang yang tidak bisa memenuhinya atau bisa memenuhi tapi tidak sesuai dengan standar kesehatan, karena itu, bila kita ingin mendapat jaminan masuk surga, salah satu yang harus kita lakukan dalam hidup ini adalah memberi makan kepada orang yang...... baca selengkapnya =>
Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air ......... Baca Selengkapnya..=>
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah al-Harrani rahimahullaah pernah ditanya tentang amalan ahli surga dan amalan ahli neraka, apa saja. Kemudian beliau menjawab sebagai berikut:
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Amalan ahli surga adalah beriman dan bertakwa. Sedangkan amalan ahli neraka adalah kufur, fasik, dan maksiat.
Amalan-amalan ahli surga: iman kepada Allah, Para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir serta beriman kepada qadar (takdir) yang baik maupun yang buruknya........Baca selengkapnya =>
Rabu, 09 Maret 2011
Malam belum begitu larut, ketika istriku meminta untuk memijat punggungnya hingga ke pinggang. Usia kehamilannya yang sudah tua dan hanya menunggu hari kelahiran sang bayi, menyebabkan kepayahan yang luar biasa pada istriku. Tanpa membuka daster coklat yang istriku kenakan, pelan-pelan aku mengurut punggung hingga pinggang dengan tidak terlalu keras. Mungkin lebih tepatnya seperti sedang mengelus-elus. Istriku berbaring miring ke kanan, sementara telapak tanganku bergerak pelan dari sisi kiri punggung kemudian kebawah kearah pinggang dengan jari-jariku melakukan pijatan lembut. Sejenak kami berdua terdiam tenggelam dalam pikirin masing-masing. Menambah hening rumah yang hanya kami huni berdua. Terasa sepi, anak pertama kami masih dalam kandungan, dan rumah tanpa pembantu.
Pernikahan kami telah berusia hampir setahun dan saat ini kami sedang menunggu saat-saat bahagia menanti kelahiran sang buah hati. Setelah beberapa menit aku memijat punggungnya, tiba-tiba istriku merasa kesakitan perutnya. Aku memegangnya dengan lembut dan terasa ada gerakan yang cukup lincah di dalam perut. Memang akhir-akhir ini, gerakan bayi kami semakin sering bahkan hanya berselang beberapa jam saja. Kemudian aku mengambil minyak kayu putih dan membalurkannya ke perut istriku. Dengan lembut aku mengelus dan memijat dengan lembut perut yang besar dan bulat itu. Istriku menggigit bibirnya menahan sakit seakan menahan sakit yang teramat sangat........baca selengkapnya =>

Bandung Time